Kamis, 23 April 2020

2.3 PERBEDAAN WEB MODEL GENERATIVE DAN WEB RETORIKA


GENERATIVE MODEL

Generative models dan Discriminative models adalah dua model yang secara general dikenal di dunia pattern recognition. Biasanya setiap metode dapat dikategorikan ke dalam salah satu atau kedua model tersebut (dalam kasus hybrid methods). Perbedaan mencolok antara keduanya adalah, Generative models mengasumsikan bahwapembentukan setiap pattern di atur oleh set parameters. Di lain pihak, Discriminative models lebih fokus kepada pembentukan decision boundaries yang mana akan digunakan sebagai batas pembeda antar patterns. Dalam prakteknya decision boundaries bisa sangat kompleks, atau sangat mudah seperti sebuah garis linear. Perlu diketahui bahwa pembentukan decision boundaries tidak hanya ekslusif ada di Discriminative models. Generative models juga dapat membuat decision boundaries.
Contohnya Website mengenai blog atau sejenisnya

MODEL RETORIKA DI WEB

Retorika berarti mempunyai keinginan untuk berbicara baik secara umum maupun khusus, yang dapat dilakukan dalam beberapa kelompok untuk mencapai suatu tujuan tertentu ( misalnya memberikan informasi data atau memberikan informasi). Oleh karena itu pembicaraan adalah suatu kemampuan khusus manusia. Untuk menyampaikan jalan pikirannya kepada orang lain.

Aristoteles mendefinisikan retorika sebagai “kemampuan untuk melihat atau mengidentifikasi dalam keadaan tertentu sarana yang tersedia persuasi.” Menganalisis retorika berfokus pada “bagaimana” dan “mengapa” persuasi daripada apa hal-hal tertentu orang katakan atau tulis agar persuasif . Salah satu cara komponen strategi retoris adalah dengan menggunakan Segitiga Retoris. Model ini menempatkan ke dalam kerangka umum interaksi antara berbagai aktor dan perangkat dalam persuasi. Tiga Banding retorik adalah strategi utama yang digunakan untuk membujuk penonton/audience dan juga perangkat penting untuk memahami ketika membangun atau mendekonstruksi argumen. Retorika adalah sebuah seni berkomunikasi efektif dengan wicara. Retorika merujuk pada suatu teknik pemakaian bahasa sebagai seni, yang didasarkan pada suatu pengetahuan yang tersusun baik.

Segitiga retoris memungkinkan Anda untuk secara efektif menganalisis teks yang berbeda sebuah argumen untuk strategi retoris dan perangkat. Model ini membentuk proses retoris menjadi bagian-bagian dikelola dan berbeda melalui Segitiga Retoris dan Tiga Banding Retoris:
Segitiga retoris terdiri dari tiga komponen yang hadir dalam setiap proses persuasif:

-  Penulis: orang yang menghasilkan teks.
-  Pemirsa: orang / orang yang menerima / teks.
-  Teks: pesan yang disampaikan dari penulis untuk penonton

Banding retoris:  tiga jalan utama dimana orang dibujuk.
-  Logos:  Strategi alasan, logika, atau fakta. Setiap jenis argumen yang menarik bagi sisi rasional seseorang adalah menarik untuk logo.
-  Ethos:  ” Karakter” Banding ke etos Strategi kredibilitas, wewenang, atau menunjukkan penulis kepercayaan, keahlian dan kejujuran dan berusaha untuk menempatkan penulis dalam cahaya yang lebih positif untuk penonton.
-  Pathos:  Strategi emosi dan mempengaruhi. Pathos menarik bagi rasa audiens kemarahan, kesedihan, atau kegembiraan.
Aristoteles berpendapat bahwa logos adalah bentuk terkuat dan paling dapat diandalkan dari persuasi, bentuk yang paling efektif persuasi, bagaimanapun, menggunakan ketiga banding.
Contohnya Website mengenai Sistem yaitu kompassiana




referensi:

2.2 WEB CONTENT

PENGERTIAN WEB CONTENT

           Web atau Website  itu sendiri adalah halaman situs sistem informasi yang dapat diakses secara cepat. sedangkan pengertian Content dalam sebuah website adalah segala sesuatu yang dapat dilihat oleh pengunjung baik berupa gambar, tulisan, animasi, video, suara, tombol navigasi dan sebagainya. content juga diartikan sebagai "isi", merupakan struktur dan desain dari informasi yang terdapat pada halaman situs. Jadi jika kita mengunjungi suatu website sebenarnya yang kita kunjungi adalah content. Pengaturan content ini dilakukan pada saat pemograman website (coding), entah itu jenis contentnya, warna, posisi dan sebagainya. Hal inilah yang mendasari perencanaan pembuatan website harus dilakukan sebaik mungkin, karena content-content yang akan ditampilkan pada website baik posisi maupun jenisnya akan ditentukan dari sini. Jadi kesimpulan dari pengertian Web Content adalah desain atau struktur isi dari halaman situs sistem informasi yang dapat diakases dengan cepat.

Macam Macam Content Website

1. Web Dengan Content Tulisan

Biasanya web seperti ini hanya menjual konsep. Banyak produk Multi Level Marketing (MLM) menggunakan cara ini. Mereka hanya menggunakan jenis tulisan, ukuran font, warna tulisan dan warna latar belakang. Intinya adalah agar pengunjung tidak bosan membaca tulisan yang sedemikian panjang, dengan adanya sesuatu yang berubah (bergerak, animated). 

Ada beberapa syarat yang harus diperhatikan untuk membuat website  yang sarat dengan tulisan:
Tulisan harus jelas, jangan menggunakan bentuk tulisan dengan pola yang sama karena akan membuat pengunjung menjadi bosan dan kurang memperhatikan isi web atau apa yang disampaikan.
Kata-kata harus dapat dipahami dan dimengerti dengan mudah
Berikan gambar dengan ukuran kecil tapi menarik. Misalnya disebuah website MLM, berikan gambar rekening, atau foto si pembuat website.

2. Web Dengan Content Foto

Untuk web yang mempunyai banyak gambar, desain tidak harus rumitdan bisa dibuat sesederhana mungkin. Foto yang bagus saja sudah cukup sebagai content yang baik. Jika kita membutuhkan kualitas gambar yang baik, kita harus mengoptimasi / memperhitungkan ukuran file gambar. Tulisan di dalam content foto ini sebaiknya dapat disesuaikan dengan nuansa foto atau desain foto agar tulisan terlihat menyatu. Perlu diperhatikan dari sisi warna, jenis dan ukuran tulisan.

3. Web Design & Layout

Design web tidak hanya sekedar grafik atau gambar. Web yang hanya berisi tulisan juga harus mengikuti aturan design, sehingga memberi kenyamanan pengunjung website. Elemen-elemen dari design antara lain gambar, foto, tulisan, animasi, video, dan navigasi. Tetapi dari elemen-elemen itu tidak harus semua ada, kadang hanya grafik dan tulisan saja dengan porsi yang berbeda.

4. Web Animasi

Animasi di website umumnya bertujuan untuk mempercantik design, memberi kenyamanan, sebagai media pembelajaran, dan sebagai suatu hal yang baru. Jika tujuan animasi di website hanya membuat pengunjung terbebani, maka animasi tidak ada gunanya sama sekali. Objek-objek yang dianimasikan harus mempunyai ukuran file sekecil mungkin. Misalnya jangan terlalu banyak foto, tidak terlalu banyak warna gradasi, kompresi suara jangan terlalu besar. Hal ini akan berpengaruh bagi kenyamanan pengnjung.




referensi:

2.1 ARSITEKTUR WEB


ARSITEKTUR WEB


Arsitektur Website adalah suatu pendekatan terhadap desain dan perencanaan situs yang, seperti arsitektur itu sendiri, melibatkan teknis, kriteria estetis dan fungsional. Seperti dalam arsitektur tradisional, fokusnya adalah benar pada pengguna dan kebutuhan pengguna. Hal ini memerlukan perhatian khusus pada konten web, rencana bisnis, kegunaan, desain interaksi, informasi dan desain arsitektur web. Untuk optimasi mesin pencari yang efektif perlu memiliki apresiasi tentang bagaimana sebuah situs Web terkait dengan World Wide Web. Sejak web perencanaan isi, desain dan manajemen datang dalam lingkup metode desain, Vitruvian tradisional tujuan komoditas, keteguhan dan kesenangan dapat memandu arsitektur situs, seperti yang mereka lakukan arsitektur fisik dan disiplin desain lainnya. Website arsitektur akan datang dalam ruang lingkup estetika dan teori kritis dan kecenderungan ini dapat mempercepat dengan munculnya web semantik dan web 2.0. 

 Ada tiga standar utama untuk penerapan Web Service, Standar-standar ini mendukung pertukaran data berbasis XML. Tiga standar tersebut meliputi SOAP, WSDL, dan UDDI.


  1. SOAP (Simple Object Access Protocol) adalah Suatu bahasa versi bebas dari protokol RPC (Remote Procedure Caoll) yang berguna untuk proses transaksi melalui HTTP standar.
  2. WSDL (Web Services Description Language) adalah bahasa yang memungkinkan berbagai dokumen yang dibuat dalam aplikasi yang berbeda dapat berkomunikasi.
  3. UDDI (Universal Description Discovery and Integration) adalah semacam direktori global untuk mengelola web services.

Bagian dari Arsitektur Website

Hypertext Transfer Protocol (HTTP)

HTTP adalah sebuah protokol jaringan lapisan aplikasi yang digunakan untuk sistem informasi terdistribusi, kolaboratif, dan menggunakan hipermedia. Penggunaannya banyak pada pengambilan sumber daya yang saling terhubung dengan tautan, yang disebut dengan dokumen hiperteks, yang kemudian membentuk World Wide Web pada tahun 1990 oleh fisikawan Inggris, Tim Berners-Lee. Hingga kini, ada dua versi mayor dari protokol HTTP, yakni HTTP/1.0 yang menggunakan koneksi terpisah untuk setiap dokumen, dan HTTP/1.1 yang dapat menggunakan koneksi yang sama untuk melakukan transaksi.

WWW (World Wide Web)

WWW (World Wide Web) merupakan kumpulan web server dari seluruh dunia yang berfungsi menyediakan data dan informasi untuk dapat digunakan bersama.WWW atau biasa disebut web adalah bagian yang paling menarik dari Internet. Melalui web, dapat mengakses informasi-informasi yang tidak hanya berupa teks tetapi bisa juga berupa gambar, suara, video dan animasi.

URL( universal resource locator) 

URL( universal resource locator) merupakan suatu konsep penamaan lokasi standar dari suatu file,direktori,computer, dan lokasi komputernya sesuai dengan metode yang digunakan. URL tidak hanya dapat menunjuk ke suatu file tapi dapat juga menunjuk suatu query, dokumen dalam suatu database atau hasil dari perintah finger atau perintah archie .

XML (Extensible Markup Language) 

XML (Extensible Markup Language) merupakan bahasa web turunan dari SGML (Standart Generalized Markup Language) yang ada sebelumnya. XML hampir sama dengan HTML, dimana keduanya sama-sama turunan dari SGML. Teknologi XML dikembangkan mulai tahun 1966 dan mendapatkan pengakuan dari Worl Wide Web Consortium (W3C) pada bulan Februari 1998. Sedangkan SGML sendiri telah dikembangkan pada awal tahun 1980-an. Pada saat HTML dikembangkan pada tahun 1990, para penggagas XML mengadopsi bagian paling penting SGML dan dengan berpedoman pada pengembangan HTML menghasilkan bahasa markup yang tidak kalah hebatnya dengan SGML.X

JavaScript

JavaScript adalah bahasa pemrograman berbasis prototipe yang berjalan disisi klien. jika kita berbicara dalam konteks web, sederhananya, kita dapat memahami JavaScript sebagai bahasa pemrograman yang berjalan di browser. Javascript dipanggil untuk memberikan fungsi pada halaman web dengan meletakannya secara internal pada halaman html diantara tag atau dibuat pada file terpisah ( eksternal ) dan lalu di link menggunakan pada bagian , seperti CSS.

AJAX

AJAX disini adalah singkatan dari Asynchronous JavaScript and XML. Pada intinya ajax itu merupakan gabungan beberapa teknologi yang bertujuan untuk menghindari page reload. Dengan menghindari page reload, kita dapat menghindari paradigma click-and-wait serta memberikan sebuah fitur yang cukup kompleks pada website seperti validasi data secara realtime, drag n drop dan fitur-fitur lain yang belum dimiliki web biasa. Dengan AJAX, suatu aplikasi web dapat mengambil data kemudian diolah di client melalui request asynchronous HTTP yang diinisiasi oleh Javascript, sehingga dapat mengupdate bagian-bagian tertentu dari web tanpa harus memanggil keseluruhan halaman web




referensi: